Halo rekan-rekan proyek sekalian, bagaimana kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga sehat selalu. Topik artikel kali akan membahas mengenai mengenal proyek EPC (Engineering Procurement And Construction). Mari simak penjelasannya dibawah ini.
Untuk sebagian dari rekan-rekan mungkin sering mendengar dengan yang namanya proyek EPC, tetapi untuk sebagian orang awam pasti belum mengetahui apa itu proyek EPC. Untuk dapat lebih memahaminya, mari kita simak penjelasan berikut.
Pengertian Proyek EPC
EPC adalah singkatan dari Engineering, Procurement and Construction, istilah digunakan untuk proses design/perancangan sistem yang akan dibangun, pengadaan/pembelian barang dan dilanjutkan dengan membangun/konstruksi apa yang telah dirancang. Perusahaan yang mengerjakan proyek EPC disebut EPC Company.
EPC sering disebut juga sebagai “integrator” karena EPC lah yang menjembatani dan mengkordinasikan seluruh bagian yang terkait dalam pembangunan suatu plant; mulai dari licensor (yang memiliki lisensi), vendor (yang menjual barang), shipper (yang mengirim barang), bahkan sampai operator (yang mengoperasikan plant).
Sebenarnya, jarang EPC Company yang murni mengerjakan ketiga tahap (Engineering, Procurement and Construction) tersebut. Ada yang mengerjakan Engineering (E) saja, ada yang Engineering dan Procurement (EP) saja dan ada juga yang ketiganya (EPC). Selain tiga tahap di atas, juga terdapat dua proses tambahan lainnya, yaitu Commissioning dan Installation. Untuk perusahaan yang terlibat dalam kelima tahap kerja diatas biasanya disebut EPCCI Company.
Proyek EPC (Engineering, Procurement, and Construction) merupakan jenis proyek yang lebih kompleks dari proyek konstruksi biasa terdapat di industri migas (minyak dan gas), pembangkit tenaga listrik dan energi, Pertambangan dan Industri berat lainnya. Karakter jenis proyek EPC memiliki perbedaan dengan proyek konstruksi pada umumnya. Untuk mencapai kesuksesan proyek EPC sangat penting untuk mengetahui proses yang terjadi di dalamnya. Memahami rumitnya proses proyek ini akan membantu menyelesaikan masalah kompleksitasnya.
Proyek EPC memiliki tantangan yang sangat tinggi, mulai dari saling ketergantungaan antar aktifitas yang ada, fase overlaps antar masing-masing aktifitas tersebut, pemecahan aktifitas menjadi aktifitas-aktifitas pekerjaan yang lebih detail, kompleksitas struktur organisasi, dan ketidakpastian dalam akurasi prediksi yang timbul selama masa pelaksanaan. Kegiatan yang paling menantang dalam proyek ini adalah kegiatan dalam pembuatan anggaran dan jadwal pelaksanaan proyek karena harus dibuat dan diketahui sebelum proyek dimulai.
Perbedaan Skema Tahapan Konstruksi Biasa Dengan EPC
Sumber referensi: kitasipil.com
Sekian pembahasan kali ini mengenai mengenal proyek EPC (Engineering Procurement And Construction), semoga bisa menambah wawasan kita semua. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar yang lain bisa mendapat ilmunya juga. Terima kasih telah membaca artikel ini dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya.